e-Proc juga Upaya Jabar untuk Cegah Korupsi

Propinsi: 

Kepala Biro Humas, Protokol, dan Umum Pemprov Jabar Ruddy Gandakusumah memastikan selama kepemimpinan pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (Hade) telah mengupayakan pemberantasan dan pencegahan korupsi.

Salah satunya, Pemprov Jawa Barat telah menerapkan e-proc untuk membuka transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengadaan barang dan jasa.

"ICW melansir bahwa salah satu hal yang rentan terjadi korupsi adalah pada pengadaan barang dan jasa. Penerapan e-proc menjadikan Balai Layanan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Jawa Barat sebagai yang terbesar, baik dari sisi pengguna maupun transaksi," jelas Ruddy kepada wartawan di Gedung Sate Jalan Diponegoro Kota Bandung, Senin (12/11/2012).

Ruddy menuturkan, LPSE Provinsi Jawa Barat sudah ditetapkan sebagai LPSE Terbaik Nasional oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) pada 2009, 2010 dan 2011. Karena LPSE dengan jumlah paket lelang terbanyak dibandingkan LPSE lainnya di Indonesia.

"Sejak 2011, LPSE Pemprov Jawa Barat memperoleh sertifikat ISO 9001:2008. Artinya LPSE Pemprov Jabar telah memenuhi manajemen mutu standar internasional. Tahun 2012 LPSE Pemprov Jawa Barat memperoleh penghargaan untuk kategori Service Innovation," tuturnya.

Selain itu, lanjut Ruddy, upaya pencegahan korupsi di Jawa Barat dilakukan pula dengan membuka kran keterbukaan informasi publik, yang berbuah penghargaan dari Pemerintah Pusat sebagai Provinsi Terbaik dalam Hal Integritas Pelayanan Publik diserahkan langsung oleh Wapres RI Boediono pada Jumat (28/9/2012) lalu di Istana Wapres, Jakarta.

"Selama kepemimpinan Hade, Jawa Barat telah mengalami banyak kemajuan dan menorehkan lebih dari 75 penghargaan yang merupakan bukti pencapaian prestasi dan keberhasilan Pemprov Jawa Barat," tutupnya. [ito]

Oleh: Deri FG

Sumber: Inilah.com, Senin, 12 November 2012 | 11:19 WIB

Section: